Sebuah Radar, Sebuah Pertanda

Standard

Pernah ga sih kita merasa bahwa akan ditakdirkan bertemu dengan seseorang yang tetiba orang yang hendak kita temui itu muncul di kepala kita, meski ga jelas. Seenggaknya, ada “clue”.

Bahkan, itu berlaku pada saudara atau kerabat dekatnya. Memang bukan dia yang kita temui, tapi setelah ditilik-tilik yang kita temui itu masih ada hubungannya dengan si dia. Si orang yang ditemuinya bisa jadi sadar atau tidak, bahwa kita sedang menilik-nilik tadi.

Terkadang, itu terjadi kebetulan tanpa tanda. Seringnya, diiringi dengan tanda.

Orang tersebut entah pada akhirnya ditakdirkan berhubungan dengan kita sebagai siapa. Hanya Allah yang tahu. 

Terlepas dari hanya rasa-rasanya saja. Terlepas dari, orang tersebut ternyata hanya orang yang sekadar lalu lalang di kehidupan kita atau tidak ditakdirkan dengan kita. Tidak mungkin Allah tidak merencanakan semua kejadian tersebut. Bisa jadi pertanda tersebut memang benar, bagaikan radar. Jadi ingat Perahu Kertas,  “Radar Neptunus”.

Intinya wallahu a’lam bisshawab.

Dago Timur, 1 Agustus 2016.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s