Peran Ilmu Komputasi

Standard

Banyak sekali ilmu komputasi yang telah berperan dalam dunia ini.
Peran tersebut mempengaruhi globalisasi, sampailah peran tersebut ke Indonesia.
Menurut saya penerapannya ada di beberapa bagian yaitu :

  1. Lingkungan masyarakat
  2. Sekolah/perguruan tinggi/lembaga/institusi
  3. Industri

Yang pertama, yaitu penerapan di lingkungan masyarakat
Di Indonesia, khususnya di perkotaan, tentunya sangat menggunakan peran ini.


Sekarang lihat saja banyak masyarakat perkotaan memiliki mobile ponsel, PC tablet, PDA, smartphone, note/netbook, mp3/mp4 player, modem USB ataupun perangkat lainnya yang tentunya serba “komputerisasi”.
Lihat saja, anak muda, orang tua, lansia, bahkan anak SD pun sudah memiliki ponsel bahkan smartphone semacam BB, Android, iPhone.

Selain “hardware devices” ada juga internet
Di perkotaan, internet hampir ada dimana-mana.
Di rumah tanpa PC atau note/netbook tanpa internet, rasanya hal asing bagi masyarakat perkotaan.
Karena hampir banyaknya “netizen (pengguna internet)“, apalagi Indonesia yang tidak mau ketinggalan zaman.
Selain di rumah, ada juga di tempat umum, seperti di restoran, warung makan, tempat bimbel, bahkan bengkel pun sekarang telah dilengkapi dengan akses internet melalui hotspot Wi-Fi yang ada.

Apalagi anak muda sekarang, sehari tanpa internet “serasa gimana gituh…”
Sehari tidak update status di facebook, twitter, Google+, dll bagaikan hidup itu tak lengkap tanpa software-software social networking tersebut.
Sampai-sampai kalau ponsel atau smartphone-nya anak muda “lo-batt” atau habis pulsa, berani bertaruh diri demi ke warnet karena “saking gak tahannya” untuk update status.

Bahkan warnet-warnet di Indonesia sekarang memiliki akses internet dengan kecepatan yang bisa dikatakan lumayan dibandingkan kecepatan akses internet yang dahulu kala. Sehingga banyak masyarakat yang pergi ke warnet untuk berbagai kepentingan.

Lain lagi di masyarakat pedesaan. Mungkin jarang yang memiliki ponsel apalagi komputer dan internet.
Akan tetapi di masa kini, mungkin dikarenakan efek urbanisasi dan globalisasi hampir banyak di pedesaan BTS, warnet, yang memiliki ponsel dan internet juga bisa dikatakan lumayan.
Lihat saja para pramuwisma yang datang dari desa ke kota, yang dulunya bisa dikatakan “ndheso”, “wong udik”.
Saat mereka pulang ke desanya, bisa dikatakan “stylish”, “moddish” dan tidak mau ketinggalan zaman.

Berarti peran ilmu komputasi sangat berpengaruh dalam telekomunikasi dan informasi.

Sebetulnya masih banyak lagi peran ilmu komputasi di lingkungan masyarakat seperti navigasi menggunakan GPS, teknologi augmented reality, game online, atau seperti di kota Cimahi ada yang namanya Cyber Citizen Card dimana C3 bisa digunakan untuk KTP dan rekap data secar online/komputerisasi, dan lain lain. Hanya saja yang umumnya dan yang seringnya di Indonesia adalah hal-hal yang saya tuliskan  di atas tadi.

Selanjutnya kita akan membahas penerapan ilmu komputasi pada sekolah/perguruan tinggi atau lembaga/institusi
Yang akan saya bahas pertama adalah, di sekolah.
Saya siswa SMK Negeri 1 Cimahi (dulunya STM Negeri Pembangunan Bandung), dengan kompetensi keahlian “Rekayasa Perangkat Lunak” tentunya ilmu komputasi ini benar-benar sangat berperan baik di kompetensi keahlian yang saya tekuni atau pun yang lainnya.
Contoh saja saya belajar menggunakan OS Windows, belajar C++ menggunakan Turbo C++, simulasi gerbang logika dan digital menggunakan CedarLogic, Java menggunakan eclipse atau NetBeans, php menggunakan Adobe Dreamweaver atau yang lainnya, Interfacing menggunakan CodeVisionAVR, Server menggunakan Microsoft SQL Server dan masih banyak lagi. Mari kita ke kompetensi keahlian yang lain, Teknik Komputer Jaringan simulasi routing menggunakan Cisco PacketTracer; Elektronika Industri, Teknik Pemanfaatan Tenaga Listrik, Teknik Transmisi simulasi rangkaian dan printing PCB menggunakan Proteus, Eagle; Teknik Pendingin menggunakan AutoCAD atau software simulasi sistem Refrigerasi seperti “REFPROP”, Instrumentasi Industri menggunakan fluidSIM untuk mensimulasikan alat-alat kontrol industri seperti penumatik dan hidrolik; Teknik Penyiaran Televisi (Broadcasting) menggunakan software editing seperti Fruity Loops, SoundBooth, SoundForge, Sony Vegas, Pinnacle.
Sayangnya, kebanyakan software yang digunakan oleh sekolah saya adalah “bajakan” selain itu juga alasan mengapa banyak yang menggunakan software simulasi, karena alat-alat aslinya mahal, sehingga sekolah tidak mampu membeli. Tapi yang anehnya kita diajarkan dalam PKn, IPS dan Agama, bahwa membajak itu tidak baik karena sama saja dengan mencuri, mengapa kita melakukan pembajakan (meski kita tidak membajak softwarenya, tapi kita menggunakannya).

Sekolah mengajarkan, mendidik kita agar moral kita baik, tapi membajak? Apakah itu baik?
Karena saya muslim, tentunya menurut Islam membajak itu haram kan?


Jadi peran ilmu komputasi di sini, digunakan salah kaprah
Kasihan kan? Para developer, software engineer, programmer (dimana profesi-profesi tersebut merupakan pekerjaan saya nanti) sudah “cape-cape” membuat program tapi dibajak? Mau makan dari mana mereka?
Mungkin solusi alternatifnya adalah jika kita memang sudah terlanjur menggunakan software-software di atas, seharusnya sekolah membeli lisensi softwarenya atau pemerintah melakukan subsidi/kebijakan, karena memang lisensi software pun mahal bahkan ada yang menyetarai harga mesin atau alat-alat yang di sekolah saya.
Atau kita dapat beralih ke FOSS (Free Open Source Software), Indonesia memang masih dalam tahap peralihan, karena FOSS bagi orang awam itu susah dan banyak yang tidak mengerti, padahal sama saja seperti software yang lainnya.
Indonesia itu malas, tidak mau beralih ke FOSS, coba saja kalau kita dari awal menggunakan FOSS, sekolah moralnya baik, tidak banyak keluar biaya untuk lisensi, pemerintah pun tidak usah banyak keluar dana.

Itu masalah peran ilmu komputasi yang salah kaprah digunakan
Untuk peran lainnya di sekolah saya banyak, seperti ulangan online, aplikasi administrasi keuangan SPP, jaringan se-sekolah, digitalisasi arsip sekolah, absen sidik jari, e-Learning, e-Library, sistem kontrol gerbang sekolah (meski masih direncanakan) dan masih banyak lagi.

Kemungkinan di perguruan tinggi tidak beda jauh dengan yang di atas. Hanya saja ruang lingkupnya lebih luas dan banyak sistem dan komputasi yang lebih kompleks di sana. Mungkin ada water level control yang menggunakan sistem komputerisasi, atau pengontrolan teleskop bintang menggunakan komputer, dll.

Untuk di lembaga-lembaga peran ilmu komputasi sangat dibutuhkan.
Misal di lembaga pertahanan dan kemaman, seperti sistem pemantauan dari satelit, di kendaraan-kendaraan perang terdapat sistem navigasi dan persenjataan secara komputerisasi.
Lalu di lembaga administrasi negara, butuh sistem yang dapat merekap data penduduk negara, statistik, masalah keuangan.


Di kepolisian, butuh sistem untuk mendeteksi sidik jari, forensik TKP, apalagi polisi cyber digital forensik, kriptografi, keamanan jaringan itu harus dianalisa menggunakan sistem.

Yang terakhir adalah penerapan di industri
Dulu pabrik-pabrik banyak yang menggunakan manusia untuk mengontrol mesin-mesin yang bisa dikatakan analog.


Sekarang sudah jarang yang menggunakan manusia untuk mengoperasikan, sekarang industri manufaktur hanya membutuhkan teknisi saja jikalau mesinnya rusak.
Di industri animasi, musik, film, tentu ilmu komputasi sangat dibutuhkan, seperti software untuk editing audio-video, gambar illustrasi secara komputerisasi.
Di industri software seperti cloud computing, sistem untuk melacak bug pada sistem, sistem pakar, dan masih banyak lagi.
Di industri kesehatan akan membuat sistem e-Health, dimana para dokter, perawat nampaknya akan berkurang.

Peran ilmu komputasi itu sangat berguna bagi kehidpuan sehari-hari kita.
Dan tentunya ada sisi baik dan buruknya, sisi baiknya:

  1. Paperless (hemat kertas)
  2. Data bisa diakses secara cepat
  3. Memudahkan telekomunikasi dan penyampaian informasi
  4. Membuat kita lebih cerdas dan maju, melek akan IPTEK
  5. dan lain-lain

Sisi buruknya:

  1. Pornografi
  2. Pemakaian yang terlalu berlebihan (seperti sering di depan komputer, main game online, lupa waktu)
  3. Beberapa lapangan kerja akan menghilang atau berkurang
  4. Pembajakan software
  5. Pembajakan data, penjebolan keamanan jaringan
  6. dan lain-lain

Ambil yang positifnya saja, karena kita sebagai warga negara beragama yang baik tentunya kita harus berpikir maju dan positif.
Semangat! Mari kita majukan Indonesia dengan komputasi agar IPTEK-nya berkembang!

Referensi :

  • Gambar diambil melalui Google Images
Advertisements

22 thoughts on “Peran Ilmu Komputasi

  1. ody

    nah itu seharusnya, sekolah kuduna beli lisensi asli dari alat atau software yg dibeli, tp gmn mw beli, uang rakyat aja di korupsi ama pejabat2 yg korupsi, dan kurs rupiah terhadap dollar msh terbilang tinggi, makanya tunggu ampe 1 dollar = 1 rupiah (mimpi kalee haha)

  2. Skedidaw

    tapi tetap saja peran manusia tak bisa tergantikan 🙂

    kebayang terminator,gimana klo peran manusia tergantikan oleh robot?
    kloningan manusia? @_@

    • yup betul, memang ada negatifnya juga kan “Lapangan pekerjaan akan hilang atau berkurang”
      seperti dokter siapa tahu tidak akan ada, buruh, operator mesin

      yang ada paling teknisi, engineer

      tapi nanti saya pikirkan lagi bagaimana agar kedua2nya tersinkronisasi

  3. boya (boyd)

    iya betul kang kita semestinya tidak bergantung penuh terhadap teknologi yg kita gunakan saat ini.

    kalau pesan dari guru sy “jangan mau di perbudak oleh teknologi masa kini seharusnya kita harus bisa memperbudak mereka”

  4. cr4zyapple

    Teknologi semakin canggih, tetapi jangan sampai kita terkena dampak buruknya.
    Karena teknologi diciptakan untuk kebaikan.

    Terus kalau dari masalah software yang berlisensi, memang pembajakan sangat merugikan developer. Oleh karena itu mulai dari sekarang mari kita mulai beralih sedikit demi sedikit menggunakan software yang open source.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s